4:54 PM
0
Tulisan ini saya persembahkan untuk masyarakat Indonesia

"Kenapa suka Jepang? Kan, dia pernah menjajah Indonesia"

"Kamu tidak cinta Indonesia ya!"

Mungkin kira-kira seperti itulah kata-kata yang sering dilontarkan oleh orang-orang disekitar saya, tentunya dari mereka yang tidak mempunyai ketertarikan terhadap negeri sakura. Kadang-kadang saya juga menerima sindiran yang kurang menyenangkan dari orang lain, yang mengisyaratkan seakan-akan saya ini seperti boneka tuli yang terpaku oleh keindahan milik negara lain.

Ya, saya memang suka Jepang. Bahkan rasa keingintahuan saya lebih tertuju kepada Jepang dibanding Indonesia. Namun kalimat-kalimat yang dilontarkan kepada saya seperti kalimat diatas tadi sepertinya tidak tepat dengan alasan mengapa saya begitu kagum dengan negara ini.

Saya sendiri tidak tahu pasti magnet apa yang telah membuat saya menyimpan rasa kagum yang berlebih dengan Jepang. Tidak dapat dipungkiri bahwa Jepang adalah negara yang mengagumkan. Tidak hanya kekayaan negaranya, namun juga masyarakat yang mempunyai rasa disiplin, semangat yang kuat, dan kemauan untuk mempertahankan segala tradisi yang ada di negaranya. Hal itu membuat negaranya semakin maju. Tapi tahukah kalian, bahwa saya merasakan pahit yang amat sangat ketika menyadari, bahwa segala kekayaan dan sumber daya manusia yang dimiliki Jepang, tidak dimiliki oleh Indonesia. Disiplin, keteraturan, dan kemajuan Jepang di berbagai bidang, apakah kita (masyarakat Indonesia) memiliki hal itu? Tidak.


Suatu hari saya sampai duduk termangu memandangi gambar megahnya kota Tokyo. Bukan karena megahnya, tapi karena mengingat bahwa segala kemewahan tersebut awalnya dibangun dari kesadisan para penjajah Jepang yang melakukan kerja paksa terhadap masyarakat Indonesia selama 3,5 tahun. Pahit, saya merasakan kepahitan yang sangat. Apabila mengingat era historis kelabu antara Jepang dan Indonesia, saya mengerti tentang hati yang tidak bisa memaafkan. Saya mengerti hati mereka (sebagian masyarakat Indonesia) yang menyimpan kesedihan apabila mengingat penderitaan nenek moyangnya di masa lampau. Saya sama seperti mereka, tak lebih dari seorang anak asli Indonesia yang begitu mencintai bangsanya.

Tapi pernahkah kalian membayangkan, seandainya kita adalah masyarakat Jepang di masa sekarang, dan dihujat oleh bangsa lain karena kesalahan nenek moyangnya yang haus akan kekuasaan? Mana ada yang mau diperlakukan seperti itu. Hal tersebut sama saja seperti menanggung penghinaan atas kesalahan orang lain. Indonesia tidak pernah mengajarkan bangsanya untuk menghina dan melawan bangsa lain yang tidak melakukan perlawanan terhadap bangsa Indonesia.

Mengingat tentang penjajahan Jepang terhadap Indonesia, rasanya tidak etis apabila saya mengatakan bahwa penjajahan tersebut disebabkan oleh kebodohan masyarakat Indonesia sendiri. Tapi benar apabila saya mengatakan bahwa hal itu bisa terjadi karena semangat dan kecerdasan orang Jepang dalam menguasai asia. Alangkah baiknya apabila kita bisa mengambil suatu pembelajaran dari masa lampau yang tidak menyenangkan. Pengalaman tersebut tidak mengajarkan kita untuk membalas kekejaman Jepang, tetapi mengajarkan kita bahwa kita harus belajar dari bangsa Jepang yang cerdas, tidak mencontoh sadisme yang dilakukannya kepada bangsa kita, dan belajar untuk lebih hati-hati dalam menjalin hubungan dengan negara lain.

Masyarakat Jepang sendiri pada saat ini terlihat seperti ingin melupakan ketidakharmonisan yang pernah ada antara bangsa kita dan bangsanya. Telah banyak kerjasama yang dibangun antara kedua negara tersebut. Bahkan 10 dekade terakhir, Jepang telah banyak membantu Indonesia dalam bidang pendidikan dengan memberikan beasiswa untuk belajar ke Jepang atau beasiswa lokal di Indonesia.

Jelang akhir tulisan ini, akhirnya saya dapat mengungkapkan alasan mengapa saya begitu kagum dengan Jepang, adalah karena Jepang mempunyai banyak hal yang bisa saya pelajari, dan hal itu tidak dimiliki oleh Indonesia. Bukan hanya saya, tetapi juga Anda dan masyarakat Indonesia lainnya. Jangan pernah malu dan gengsi untuk belajar dari negara lain yang lebih maju. Untuk menjadi bangsa yang maju, kita harus belajar dari bangsa yang maju, bukan? Bayangkan betapa indahnya Tanah Air kita apabila bangsanya selalu mencontoh hal yang baik dari negara lain.

Saya selalu berharap agar suatu saat nanti saya bisa menerapkan hal positif yang saya dapatkan dari bangsa lain untuk memajukan negeri ini. Mimpi-mimpi dan harapan saya untuk memajukan Indonesia seperti menyatu dengan kekaguman saya terhadap Jepang.

Untuk kalian masyarakat Indonesia yang juga jatuh hati terhadap Jepang ataupun negara lainnya, jangan sampai lupa terhadap kecintaan kita terhadap negeri sendiri ya. Jangan pernah berhenti untuk mempelajari hal-hal baik dari negara lain untuk kita terapkan demi kemajuan bangsa kita. Tetap berhati-hatilah dalam menerima pengaruh negara lain yang masuk ke  Indonesia. Ambil yang baik, jangan ikuti yang buruk.

Let's step forward! Indonesia can do!

0 comments:

Post a Comment